Partai di Minsel Masih dengan Figur Lama

Banyak Partai di Minsel Masih dengan Figur Lama

Tribun Manado – Sabtu, 4 Mei 2013 11:35 WITA
Laporan wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG
- Berbagai cara dilakukan partai peserta Pemilihan Umum untuk mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), termasuk dengan menempatkan figur-figur baik yang lama maupun pendatang baru.

Partai Gerindra misalnya, meski tidak memiliki figur namun mereka menempatkan dua sosok yang dianggap berpengaruh seperti Hetty Luntungan istri. Mantan istri Bupati Minsel, dan Ivonne Rarang istri Wabup Minsel saat ini, serta seorang hukumtua Ranoiapo Welly Liwe.

Kalau di partai Hanura, lebih banyak mengandalkan pendatang baru, namun tetap menyisipkan Kartini Simbar anggota DPRD Minsel aktif, sementara yang lainnya berasal dari dunia pengusaha, dan masyarakat.

Sementara itu, di PDIP ada sederetan nama calon yang dimasukkan, yang merupakan pemain lama dan masih aktif sebagai anggota DPRD Minsel, di antaranya Rommy Pondaag, Steven Lumowa, John Lamia, Phlilipus Liuw, Vanda Saroinsong, dan Frangki Lengkey. Selain itu, ada dua hukum tua yang namanya turut diakomodir, di antaranya hukum tua Motoling Nicky Paat, dan hukum tua Bajo Hamkah Mokoagow, ada juga pengusaha yang turut dugandeng, seperti Patrice Paat, Angel Dengah, dan Meivi Karu.

Untuk partai Demokrat, ada John Sumual, Tommy Ampow, Andries Rumondor, Gino Rumokoy, Rita Kawung, dan Buce Aseng yang merupakan anggota DPRD Minsel saat ini. Ada juga seorang hukum tua, dan Alex Rindorindo Camat Motoling Timur, dan lainnya.

Berbeda dengan PKS, tidak memasang figur khusus, begitu juga dengan PPP, sedangkan Nasdem. Memasang Donald Toloh anggota DPRD Minsel aktif, dan hukum tua Raanan Baru Maxi Tiwa, serta beberapa pengusaha.

Lain lagi dengan partai Golongan Karya (Golkar) mengusung, di antaranya Robby Sangkoy, Mongkareng, Karel Lakoy, Jenny Tumbuan, Steva Waleleng yang merupakan anggota DPRD aktif, ada juga Hukum Tua Modoinding Donni Walean,

Ada juga PKPI, namun mereka tidak memiliki figur, hanya seorang hukum tua Tewasen Tommy Lesar, sementara calon lainnya dari kalangan masyarakat, Selain itu, ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengedepakan 90 persen generasi muda.

Namun untuk seorang anggota DPRD aktif, dan pindah partai pada pencalonan berikutnya, harus menyertakan surat penguduran diri.”Saya sudah siap untuk mundur, kalau aturannya begitu,” ujar Donald Toloh calon dari partai Nasdem, yang sebelumnya di PDP.

Kunjungan Kerja

Gino Rumokoy Steven lumowa, Gino Rumokoy

Steven Lumowa

steven-lumowa.jpg

Steven lumowa

steven lumowa

steven lumowa

Gambar

Steven Lumowa

Steven Lumowa.

Steven Lumowa

Steven Lumowa

Steven Lumowa

Olly Dondokambey sebagai Ketua Komisi XI DPR RI

Jakarta: Fraksi PDIP menunjuk Olly Dondokambey sebagai Ketua Komisi XI DPR RI yang berurusan dengan keuangan. Ia dianggap layak menduduki jabatan itu karena memahami proses penganggaran di parlemen.

Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani membenarkan Olly menggantikan Izedrik Emir Moeis sebagai Ketua Komisi XI. Emir ditahan setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PLTU Tarahan di Lampung.

Sebelumnya, Olly menduduki kursi Wakil Ketua Badan Anggaran DPR. Namun setelah berganti jabatan, kursi tersebut ditempati Yasona Laoly. Sehingga kinerja alat kelengkapan tersebut berjalan dengan baik.

Olly Dondokambey

Olly Dondokambey

Pungli Legalisir di Disdikpora

Ada Pungli Legalisir di Disdikpora
Kamis, 29 Agustus 2013 12:26 WITA
Share

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- Pungutan liar masih saja terjadi di Minahasa Selatan, di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) misalnya.

Hal tersebut dialami oleh seorang warga yang melegalisir ijazah paket C di Disdikpora, Rabu (28/8).”Saya tadi melakukan legalisir ijazah milik saudara saya di Disdikpora,” jelasnya.

Setelah dilakukan proses penggandaan, dan ditandatangani legalitasnya, ijazah yang sudah legalisir pun diberikan, namun staf di Disdikpora tersebut meminta uang partisipasi.

“Saat saya ambil, katanya minta uang partisipasi, saya tanya lagi apa benar, petugas tersebut bilang uang partisipasi biar cuma sedikit,” jelasnya. Untuk itu, ia memberikan uang Rp 100 ribu.”Saya berikan, dan saya pikir akan ada kembaliannya, eh ternyata diambil semuanya,” jelas dia.

Sementara itu, Hendrie Lumapow Kepala Disdikpora Minsel mengatakan bahwa sudah memberikan terguran kepada pegawai tersebut, lantaran itu tak pernah diperintahkan. “Saya sudah berikan teguran tadi kepada yang bersangkutan, sebab kami tidak pernah memberlakukan pungutan, sebab tidak diatur dalam Perda itu,” ujarnya.

Pun dirinya, sudah memerintahkan untuk mengembalikan uang yang diminta tersebut.”Itu mencemari nama baik Dinas, jadi tadi saya suruh kembalikan,” jelasnya. Lumapow juga meminta kepada warga, yang hendak melakukan legalisir, untuk tidak memberikan sejumlah uang kepada petugas, karena akan membuat pegawai terbiasa meminta partisipasi.
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Andrew_Pattymahu

Steven Lumowa

image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.